Minggu, 14 Desember 2014

Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional MA untuk Perbaikan Akses dan Mutu Pendidikan



Madrasah Aliyah sebagai bagian dari jenjang pendidikan tingkat menengah memerlukan upaya pengendalian, penjaminan dan penilaian mutu dan kualitas pendidikan. Upaya pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan inilah yang dimaksud dalam UU No. 20 Tahun 2003  dan Keputusan Mendiknas No. 153/U/2003 dan dikenal dengan Ujian Nasional (UN).  Ujian Nasional merupakan fungsi pengendalian mutu pendidikan (educational quality control) dan fungsi penjaminan mutu pendidikan (educational quality assurance).
Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk; (1)  Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan; (2) Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; (3) Penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan; (4) Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan (Permendiknas No. 34/2007)
Mulai UN tahun 2008, mata pelajaran yang diujikan untuk tingkat SMA/MA bertambah menjadi 6 mata pelajaran. Untuk program IPA, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Pada program IPS, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi. Pada program Bahasa, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra Indonesia, Antropologi, dan Bahasa Asing lainnya. Pada program Agama, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Hadits, dan Tasawuf.
Sebagai upaya penilaian dan evaluasi ujian nasional pada tingkat Madrasah Aliyah, pada tulisan ini akan dilakukan analisis hasil ujian nasional pada Madrasah Aliyah seluruh Indonesia tahun 2007 sampai dengan tahun 2012.
1.         Trend Hasil Ujian Nasional MA Tahun 2007 – 2012
a.    Peserta Ujian Nasional
Jumlah peserta Ujian Nasional untuk jenjang pendidikan Madrasah Aliyah selalu meningkat setiap tahunnya kecuali pada tahun 2011. Pada tahun 2008 jumlah peserta UN MA adalah 258.804 peserta, meningkat 7,46% dari jumlah peserta tahun sebelumnya sebesar 240.569 peserta, tahun 2009 berjumlah 278.740 peserta meningkat 7,83% dari jumlah peserta tahun sebelumnya, dan pada tahun 2010 berjumlah 289.285 peserta meningkat 3,78% dari jumlah peserta tahun sebelumnya, serta pada tahun 2011 berjumlah 283.314 peserta menurun 1,32% dari jumlah peserta tahun sebelumnya  (Tabel 1).
Dari tabel 1 dan gambar 1 diketahui jumlah peserta UN MA dari tahun 2007 sampai dengan 2012 didominasi oleh peserta dari program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), kemudian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa dan terakhir peserta dari program Agama. Bila diperhatikan, peserta UN program Agama selalu meningkat setiap tahun, ini menandakan bahwa program Agama semakin diminati oleh siswa.
Tabel 1. Jumlah Peserta UN MA Tahun 2007-2012






Penurunan peserta UN MA program Bahasa terus terjadi sejak tahun 2007 sampai dengan 2012. Hal ini menarik dikaji untuk mengetahui penyebab terjadinya penurunan tersebut dan menjadi indikator berkurangnya siswa yang berminat pada program tersebut.

Peningkatan jumlah peserta UN berbanding lurus dengan peningkatan jumlah siswa MA, namun ternyata peningkatan jumlah peserta UN lebih besar dibandingkan dengan peningkatan jumlah MA.  Hal ini diketahui setelah dilakukan perhitungan rasio siswa peserta UN dengan siswa MA keseluruhan, dimana angka rasio-nya semakin meningkat walaupun tahun 2011 dan 2012 mengalami penurunan kembali. Hal ini bermakna secara relatif terjadi penurunan jumlah siswa MA setiap tahunnya dan meningkat kembali di tahun 2011 dan 2012.



Gambar 2. Rasio Siswa Peserta UN dengan Siswa MA Tahun 2007-2012

Jumlah siswa peserta UN tingkat MA sejak tahun 2007-2012 didominasi oleh siswa MA swasta (Tabel 2), namun secara rasio siswa dan lembaga, proporsi siswa MA negeri yang menjadi peserta UN lebih banyak dibanding siswa MA Swasta (Gambar 3). Hal ini bermakna bahwa peserta UN setiap satu MA Negeri lebih banyak dibandingkan dengan MA Swasta.  

Tabel 2. Jumlah Peserta UN MA Tahun 2007-2012
(setiap Program dan Status Madrasah)



Dari tabel 2 juga diketahui  bahwa siswa peserta UN untuk program IPA banyak didominasi oleh siswa MA Negeri, sedangkan program Bahasa, IPS, dan Agama banyak didominasi oleh peserta dari MA Swasta.
 




Gambar 3. Rasio Siswa Peserta UN dengan lembaga MA Tahun 2007-20112

a.    Hasil Ujian Nasional
Kelulusan peserta Ujian Nasional tingkat MA selalu meningkat setiap tahun baik pada negeri maupun swasta. Tahun 2012 tercatat tingkat kelulusan siswa peserta ujian nasional terbesar selama ini yaitu mencapai angka kelulusan 99.41%. Secara umum kelulusan siswa peserta UN pada program IPA lebih baik dibandingkan dengan program yang lain, bahkan pada tahun 2012 kelulusan siswa pada program IPA tercatat 99,77% yang berarti hanya 0,23% siswa MA yang tidak lulus. Sedangkan program yang kelulusan siswa terendah terdapat pada program Bahasa.

Tabel 3. Persentase Kelulusan Peserta UN MA Tahun 2007-2012

Persentase kelulusan siswa tertinggi diperoleh program IPA terjadi sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2012. Hal ini bermakna secara relatif kualitas pembelajaran pada program IPA lebih baik dibandingkan program yang lainnya.



Dari gambar  4  dapat diketahui bahwa secara umum kelulusan siswa MA Negeri selalu lebih baik dibanding MA Swasta sejak tahun 2007 sampai dengan 2012. Hasil tersebut bermakna bahwa secara relatif kualitas MA Negeri selalu lebih baik dibanding MA Swasta. Hal ini harus menjadi pendorong bagi instansi terkait untuk meningkat kualitas pembelajaran pada MA Swasta.

Pada UN tahun 2012, untuk program bahasa nilai rata-rata tertinggi diperoleh MAS Al Irsyad Gajah Kabupaten Demak Jawa Tengah, pada program IPA nilai rata-rata tertinggi diperoleh MAN Aek Natas Kabupaten Labuhan Batu Utara Sumatera Utara, untuk program IPS nilai rata-rata tertinggi diperoleh MAS Al Fatah Kabupaten Gresik Jawa Timur, dan pada program Agama nilai rata-rata tertinggi diperoleh MAS Koto Petai Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci Jambi. Berikut daftar lima besar MA masing-masing program engan nilai rata-rata tertinggi pada UN Tahun 2010 :


Tabel 4. Lima besar MA Program Bahasa dengan nilai rata-rata tertinggi UN Tahun 2012

Tabel 8. Perbandingan Kelulusan Siswa MA dan MA Tahun 2007-2012
Gambar 5. Perbandingan Persentase Kelulusan Siswa MA dan SMA Tahun 2007-2012

a.    Pencapaian Kompetensi Pendidikan pada UN 2012
1)     Program Bahasa
Tabel 9. Statistik Ujian Nasional MA Program Bahasa Tahun 2012
1)     Program IPA
Tabel 10. Statistik Ujian Nasional MA Program IPA Tahun 2012


Data pada tabel 10 menunjukkan bahwa semua mata ujian termasuk klasifikasi sangat baik (A). Nilai rata-rata terendah terdapat pada mata ujian Bahasa Inggris yaitu 7,58 sedangkan tertinggi pada mata ujian Kimia yaitu 8,26. Hasil Ujian Nasional MA ini mengindikasikan secara umum siswa MA program IPA sudah mencapai kompetensi yang baik pada mata pelajaran yang diujikan. Dilihat dari keragaman atau variasi antar nilai, mata ujian kimia menunjukkan variasi yang cukup tinggi (< 1) yang berarti kemampuan siswa program IPA sudah cukup baik dan menunjukkan tingkat keberhasilan pembelajaran yang cukup baik. Variasi terendah terdapat pada mata ujian kimia  yaitu 0,73 dan variasi tertinggi pada mata ujian fisika yaitu 10.92. Bila ditinjau dari sisi range (jarak) nilai tertinggi dan terendah, pada setiap mata ujian  masih terdapat siswa yang memiliki nilai rendah padahal nilai tertinggi yang didapat siswa adalah 9,90. Ini berarti masih terdapat siswa yang secara kompetensi masih rendah pada setiap mata pelajaran.
1)     Program IPS
            Tabel 11. Statistik Ujian Nasional MA Program IPS Tahun 2012                  
Data di atas menunjukkan bahwa semua mata ujian termasuk klasifikasi baik dan sangat baik (B dan A). Nilai rata-rata terendah terdapat pada mata ujian bahasa Inggris yaitu 7,29 sedangkan tertinggi pada mata ujian Matematika yaitu 7,88. Hasil Ujian Nasional MA ini mengindikasikan secara umum siswa MA program IPS sudah mencapai kompetensi yang baik pada mata pelajaran yang diujikan. Dilihat dari keragaman atau variasi antar nilai, mata ujian Matematika menunjukkan variasi yang cukup tinggi (0,92) yang berarti kemampuan siswa program IPS pada mata ujian Matematika cenderung lebih bervariasi dan menunjukkan tingkat keberhasilan pembelajaran belum cukup baik. Variasi terendah terdapat pada mata ujian Geografi  yaitu 0,73 dan variasi tertinggi pada mata ujian Matematika yaitu 0,99. Bila ditinjau dari sisi range (jarak) nilai tertinggi dan terendah, pada setiap mata ujian  masih terdapat siswa yang memiliki nilai rendah padahal nilai tertinggi yang didapat siswa adalah 9,90. Ini berarti masih terdapat siswa yang secara kompetensi masih rendah pada setiap mata pelajaran.
1)     Program Agama
Tabel 12. Statistik Ujian Nasional MA Program Agama Tahun 2012

Data di atas menunjukkan bahwa semua mata ujian termasuk klasifikasi baik dan sangat baik (B dan A). Nilai rata-rata terendah terdapat pada mata ujian bahasa Inggris yaitu 7,15 sedangkan tertinggi pada mata ujian ilmu hadits 7,95. Hasil Ujian Nasional MA ini mengindikasikan secara umum siswa MA program Agama sudah mencapai kompetensi yang baik pada mata pelajaran yang diujikan. Dilihat dari keragaman atau variasi antar nilai, mata ujian Matematika menunjukkan variasi yang cukup tinggi (> 1)  yang berarti kemampuan siswa program Agama pada mata ujian Matematika cenderung lebih bervariasi dan menunjukkan tingkat keberhasilan pembelajaran belum cukup baik. Variasi terendah terdapat pada mata ujian tafsir dan ilmu hadits yaitu 0,85  dan variasi tertinggi pada mata ujian Matematika yaitu 1,13. Bila ditinjau dari sisi range (jarak) nilai tertinggi dan terendah, pada setiap mata ujian  masih terdapat siswa yang memiliki nilai rendah padahal nilai tertinggi yang didapat siswa adalah 9,90. Ini berarti masih terdapat siswa yang secara kompetensi masih rendah pada setiap mata pelajaran.
Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekurangan pada beberapa mata pelajaran yang diujikan pada UN tersebut antara lain : (1) peningkatan kualitas guru dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep-konsep materi pelajaran; (2) menyediakan sarana prasarana pendukung seperti ruang laboratorium dan perlengkapannya; dan (3) pengayaan materi-materi pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar