Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2018
Asep Sjafrudin
Statistisi Muda pada
Bagian Data, Sistem Informasi, dan Humas
Ditjen Pendidikan
Islam, Kementerian Agama
Jl. Lapangan Banteng
Barat No. 3-4 Jakarta
ABSTRAK
Madrasah Aliyah sebagai bagian dari jenjang pendidikan
tingkat menengah memerlukan upaya pengendalian, penjaminan dan penilaian mutu
dan kualitas pendidikan. Upaya pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan
inilah yang dimaksud dalam UU No. 20 Tahun 2003
dan Keputusan Mendiknas No. 153/U/2003 dan dikenal dengan Ujian Nasional
(UN). Ujian Nasional merupakan fungsi
pengendalian mutu pendidikan (educational
quality control) dan fungsi penjaminan mutu pendidikan (educational quality assurance).
Dari Analisis Hasil Ujian Nasional TP. 2014/2015 sampai
dengan TP. 2017/2018 diketahui bahwa jumlah
peserta Ujian Nasional untuk jenjang pendidikan Madrasah Aliyah TP. 2014/2015 sampai dengan TP. 2017/2018
selalu meningkat setiap tahunnya. Kontribusi
terbesar atas peningkatan jumlah tersebut adalah siswa MA program IPS yaitu sekitar 60% dari total jumlah siswa
peserta UN, kemudian IPA, Agama dan Bahasa. Program IPS lebih popular dan
diminati oleh siswa Madrasah Aliyah, khususnya oleh siswa Madrasah Aliyah
Swasta. Hasil ujian nasional Madrasah Aliyah Negeri setiap program lebih tinggi
dari Madrasah Aliyah Swasta. Hal ini menjadi indikator bahwa pembelajaran di
Madrasah Aliyah Negeri lebih baik dari Madrasah Aliyah Swasta. Dari Hasil Ujian
MA TP. 2017/2018 bisa di lihat kelemahan dalam pembelajaran Matematika yang
terjadi di setiap program di Madrasah Aliyah di setiap provinsi.
Kata Kunci :
Hasil Ujian Nasional, Madrasah
Aliyah, Akses dan Mutu Pendidikan
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Madrasah Aliyah
sebagai bagian dari jenjang pendidikan tingkat menengah memerlukan upaya
pengendalian, penjaminan dan penilaian mutu dan kualitas pendidikan. Upaya
pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan inilah yang dimaksud dalam UU No.
20 Tahun 2003 dan Keputusan Mendiknas
No. 153/U/2003 dan dikenal dengan Ujian Nasional (UN). Ujian Nasional merupakan fungsi pengendalian
mutu pendidikan (educational quality
control) dan fungsi penjaminan mutu pendidikan (educational quality assurance).
Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk;
(1) Pemetaan mutu satuan dan/atau
program pendidikan; (2) Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; (3)
Penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan; (4)
Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya
peningkatan mutu pendidikan (Permendiknas No. 34/2007)
Mulai UN tahun 2008, mata pelajaran yang diujikan untuk
tingkat SMA/MA bertambah menjadi 6 mata pelajaran. Untuk program IPA, mata
pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika,
Fisika, Kimia, dan Biologi. Pada program IPS, mata pelajaran yang diujikan
adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan
Geografi. Pada program Bahasa, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa
Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra Indonesia, Antropologi, dan
Bahasa Asing lainnya. Pada program Agama, mata pelajaran yang diujikan adalah
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Hadits, dan Tasawuf.
Sebagai upaya penilaian dan evaluasi ujian nasional pada
tingkat Madrasah Aliyah, pada tulisan ini akan dilakukan analisis hasil ujian
nasional pada Madrasah Aliyah seluruh Indonesia tahun 2014 sampai dengan tahun
2018 sebagai upaya Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah untuk
Perbaikan Akses dan Mutu Pendidikan.
Penilaian dan evaluasi ujian nasional akan menggunakan
statistika deskriptif. Statistika deskriptif meupakan metode statistika tentang
tata cara pengumpulan data, tabulasi dta, meringkas data dengan grafik sehingga
membuat data lebih informatif (Lolombulan, 2017). Statistik deskriptif
digunakan untuk menyelidiki sekumpulan objek pada sebuh populasi. Untuk
menyelidiki segugus data kuantitatif/sekumpulan objek, akan sangat membantu
jika diketahui karakteristik sekumpulan objek tersebut. Sekumpulan objek
mempunyai karakteristik masing-masing. Karakteristik tersebut berguna untuk
mendeskripsikan suatu/sekumpulan objek secara statistik. Dalam statistik,
karakteristik sering digambarkan dalam ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran
(Gravetter et all, 2004). Ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran ini sangat
penting untuk mengetahui karakteristik sekumpulan objek. Ukuran pemusatan
sekumpulan objek yang sering dipakai adalah mean/rata-rata, range, standard
deviasi (Walpole, 1992):
2.
Tujuan
a. Melakukan Analisis Hasil Ujian Nasional
Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
b. Memanfaatkan Hasil Ujian Nasional Madrasah
Aliyah TP. 2017/2018 untuk perbaikan akses dan mutu pendidikan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
I. Analisis
Hasil Ujian Nasional
a.
Peserta
Ujian Nasional TP. 2014/2015 - TP. 2017/2018
Jumlah
peserta Ujian Nasional untuk jenjang pendidikan Madrasah Aliyah TP. 2014/2015 sampai dengan TP. 2017/2018 selalu
meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2016 jumlah peserta UN MA adalah 372.894 peserta, meningkat 3,44% dari jumlah peserta
tahun sebelumnya sebesar 360.506 peserta, Tahun 2017 berjumlah 398.815 peserta meningkat 6,95% dari jumlah peserta
tahun sebelumnya, dan pada tahun 2018 berjumlah 446.016 peserta meningkat 11.84% dari jumlah peserta
tahun sebelumnya.
Gambar 1.
Peningkatan Jumlah Siswa MA peserta UN TP. 2014/2015-2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun
2014-2018
Yang perlu dicatat adalah peningkatan
jumlah siswa MA peserta UN TP. 2014/2015 – TP. 2017/2018 semakin tinggi setiap
tahunnya. Jika ditelusuri lebih lanjut, kontribusi terbesar atas jumlah
tersebut adalah siswa MA program IPS yaitu sekitar 60% dari total jumlah siswa
peserta UN, kemudian IPA, Agama dan Bahasa. Dari table 1 tersebut juga bisa
diketahui siswa MA peserta UN selalu didominasi oleh siswa MA dari program IPS,
kemudian IPA, Keagamaan dan Bahasa. Peningkatan jumlah siswa MA peserta UN
berarti peningkatan jumlah siswa Madrasah Aliyah dan meningkatnya kepercayaan
masyarakat pada lembaga Madrasah Aliyah.
Tabel 1. Jumlah Siswa MA
peserta UN TP. 2014/2015-2017/2018
Setiap Program
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun
2014-2018
Gambar 2. Peningkatan Jumlah Siswa MA Peserta UN Setiap
Program Studi
TP
2014/2015-2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun
2014-2018
Apabila dibandingkan antara jumlah siswa MAN dan MAS
peserta UN Tahun 2014-2018, maka dapat terlihat jumlah siswa MAS peserta UN
selalu lebih banyak dari siswa MAN, bahkan pada program IPS jumlah siswa MAS
peserta UN adalah tiga kali lipat jumlah siswa MAN peserta UN, seperti tampak
pada tabel berikut :
Tabel 2. Jumlah
Siswa MA peserta UN TP. 2014/2015-2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun
2014-2018
Jumlah siswa MAS program IPS peserta UN selalu lebih
banyak dari siswa MAN program IPS, bahkan lebih dari tiga kali lipat, pada
program-program lainnya jumlah pesertanya relatif seimbang. Yang dapat ditarik
kesimpulan dari fakta ini adalah bahwa program IPS lebih popular dan diminati
oleh siswa Madrasah Aliyah, khususnya oleh siswa MAS..
Gambar 3. Perbandingan Jumlah Siswa MAN dan MAS Peserta UN TP.
2014/2015-2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun
2014-2018
Bila dilihat dari sisi lembaga, lembaga MAS peserta UN
jumlahnya empat kali lipat dari jumlah lembaga MAN, dari jumlah tersebut
kontribusi lembaga MAS program IPS selalu lebih besar dari program lain.
Tabel 3. Jumlah Lembaga MAN dan MAS Peserta UN TP. 2014/2015-2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun
2014-2018
Kalau di tinjau dari
sisi ratio siswa dan lembaga peserta UN, terlihat bahwa proporsi ratio siswa
MAN lebih tinggi dari ratio siswa MAS. Hal ini menjadi indikator bahwa proporsi
siswa MA Negeri yang menjadi peserta UN lebih banyak dibanding proporsi siswa
MA Swasta. Hal yang bisa dilihat dari gambar 4 adalah setiap tahun pelajaran,
ratio siswa-lembaga MA peserta UN selalu meningkat.
Gambar 4.
Proporsi Ratio Siswa MAN dan MAS Peserta UN TP. 2014/2015-2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun
2014-2018
Dari gambar terlihat juga bahwa ratio siswa-lembaga MAN
dan MAS mempunyai kecenderungan meningkat, dan pada peningkatan ratio
siswa-lembaga MAN mempunyai signifikansi yang tinggi dibandingkan ratio
siswa-lembaga MAS.
a.
Hasil
Ujian Nasional
Pada
Madrasah Aliyah, terdiri dari enam Mata Ujian, yang berbeda-beda mata ujian
setiap programnya. Pada Program Bahasa, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra
Indonesia, Antropologi, dan Bahasa Asing lainnya. Pada Program IPA mata
pelajaran yang diujikan adalah adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,
Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Pada Program IPS mata pelajaran yang
diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi,
Sosiologi, dan Geografi, dan pada Program Keagamaannya mata pelajaran yang
diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Hadits,
dan Tasawuf. Jumlah total nilai setiap program per program studi TP.
2014/2015-2017/2018 adalah sebagai berikut :
Tabel 4.
Hasil Ujian Madrasah Aliyah Setiap Program TP. 2014/2015-2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun
2014-2018
Terlihat dari tabel, bahwa hasil ujian nasional Madrasah
Aliyah Negeri setiap program lebih tinggi dari Madrasah Aliyah Swasta. Hal ini
menjadi indikator bahwa pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri lebih baik dari
Madrasah Aliyah Swasta. Keunggulan Madrasah Aliyah Negeri adalah sebagai bukti kualitas
dan pembelajaran di Madrasah Aliyah Negeri lebih baik dari Madrasah Aliyah
Swasta..
Gambar 5. Trend Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Setiap
Program TP.
2014/2015-2017/2018
Sumber : Hasil
Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2014-2018
Trend Hasil Ujian Madrasah Aliyah Setiap Program TP.
2014/2015-2017/2018 mempunyai kecenderungan menurun seperti terlihat pada
gambar 5. Hal ini perlu dikaji lebih lanjut penyebab menurunnya hasil ujian nasional
setiap program studi.
b.
Analisis
Hasil Ujian Nasional MA TP. 2017/2018
1.
Program
Bahasa
Tabel
5.
Statistik Ujian Nasional MA Program Bahasa TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Data pada table 5 diatas menunjukkan
bahwa semua mata UN pada program Bahasa memperlihatkan hasil kurang
menggembirakan (C dan D). Nilai rata-rata terendah ada pada mata ujian
Matematika yaitu 34,31, rata-rata tertinggi adalah mata ujian Sastra Indonesia
yaitu 66,31. Pada mata ujian matematika juga terdapat range yang tinggi yaitu
nilai tertinggi dikurangi nilai terendah yaitu 92,5. Hal ini menandakan adanya kemampuan
yang beragam, sedangkan standard deviasi pada mata ujian Matematika juga tinggi
yaitu 14,41 yang berarti adanya keragaman yang besar pada nilai mata ujian
Matematika. Nilai-nilai pada table 5 di atas adalah kumulatif Nasional, nilai-nilai
tersebut juga dapat di telusuri setiap provinsi. Bila nilai ujian
dikategorikan, misal nilai > 85 dikategorikan A (4), nilai 70<=X<85
dikategorikan B (3), nilai 55<=X<70 dikategorikan C (2), dan nilai <
55 dikategorikan D (1) Jika nilai semua provinsi ditotal untuk perbandingan,
maka tampak seperti di bawah ini :
Gambar 6. Perbandingan nilai setiap mata ujian nasional MA
Program Bahasa TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Nilai tertinggi perprovinsi umumnya adalah
pada mata ujian Sastra, sedangkan terendah pada mata ujian Matematika. Kategori
nilai setiap provinsi adalah sebagai berikut :
Tabel 6. Kategori Ujian
Nasional MA Program Bahasa Setiap Provinsi TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Mata ujian Matematika
merupakan mata ujian dengan rata-rata terendah yaitu seluruhnya dalam kategori
D. Jika ditelusuri pada capaian hasil UN pada MA program Bahasa ternyata tidak
ada satu provinsi pun yang nilai rata-ratanya >= 85, berarti tertinggi ada
pada kategori B, bahkan seperti ditunjukkan pada tabel di atas terdapat provinsi
mendapat kategori nilai D dalam semua mata ujian. Dalam table di atas juga
terlihat nilai rata-rata Matematika kategorinya lebih rendah dari kategori ujian
nasional lainnya. Dari table di atas
juga bisa ditarik kesimpulan terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika
di MA program Bahasa.
1.
Program
IPA
Tabel
7.
Statistik Ujian Nasional MA Program IPA TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Dalam Tabel 7 di atas,
semua nilai mata ujian nasional MA Program IPA TP. 2017/2018 berada dalam
kategori D, kecuali mata ujian Bahasa Indonesia mendapat kategori C. Nilai
rata-rata terendah ada pada mata ujian Matematika yaitu 32,40, rata-rata
tertinggi adalah mata ujian Bahasa Indonesia yaitu 64,41. Pada mata ujian
matematika juga terdapat range yang tinggi yaitu nilai tertinggi dikurangi
nilai terendah yaitu 95,0. Hal ini menandakan adanya kemampuan yang beragam,
sedangkan standard deviasi pada mata ujian Matematika juga tinggi yaitu 13,79
yang berarti adanya keragaman yang besar pada nilai mata ujian Matematika. Nilai-nilai pada table 7 di atas adalah kumulatif Nasional, nilai-nilai
tersebut juga dapat di telusuri setiap provinsi. Bila nilai ujian
dikategorikan, misal nilai > 85 dikategorikan A (4), nilai 70<=X<85
dikategorikan B (3), nilai 55<=X<70 dikategorikan C (2), dan nilai <
55 dikategorikan D (1) Jika nilai semua provinsi ditotal untuk perbandingan,
maka tampak seperti di bawah ini :
Gambar 7. Perbandingan nilai setiap mata ujian nasional MA
Program IPA TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Tabel
8.
Kategori Ujian Nasional MA Program IPA Setiap Provinsi TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
2.
Program
IPS
Tabel
9.
Statistik Ujian Nasional MA Program IPS TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Dalam Tabel 9 di atas,
semua nilai mata ujian nasional MA Program IPS TP. 2017/2018 berada dalam
kategori D, kecuali mata ujian Bahasa Indonesia mendapat kategori C. Nilai
rata-rata terendah ada pada mata ujian Matematika yaitu 31,28, rata-rata
tertinggi adalah mata ujian Bahasa Indonesia yaitu 56,93. Pada mata ujian
matematika juga terdapat range yang tinggi yaitu nilai tertinggi dikurangi
nilai terendah yaitu 95,0. Hal ini menandakan adanya kemampuan yang beragam,
sedangkan standard deviasi pada mata ujian Matematika juga tinggi yaitu 11,22
yang berarti adanya keragaman yang besar pada nilai mata ujian Matematika. Nilai-nilai pada tabel 9 di atas adalah kumulatif Nasional, nilai-nilai
tersebut juga dapat di telusuri setiap provinsi. Bila nilai ujian
dikategorikan, misal nilai > 85 dikategorikan A (4), nilai 70<=X<85
dikategorikan B (3), nilai 55<=X<70 dikategorikan C (2), dan nilai <
55 dikategorikan D (1) Jika nilai semua provinsi ditotal untuk perbandingan,
maka tampak seperti di bawah ini :
Gambar 8. Perbandingan nilai
setiap mata ujian nasional MA Program IPS TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Tabel 10. Kategori Ujian Nasional MA Program IPS Setiap
Provinsi TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Mata ujian Matematika dan
B. Inggris merupakan mata ujian dengan rata-rata terendah yaitu seluruhnya
dalam kategori D. Jika ditelusuri pada capaian hasil UN pada MA program IPS
ternyata tidak ada satu provinsi pun yang nilai rata-ratanya >= 85, berarti
tertinggi ada pada kategori B, Dalam table di atas juga terlihat nilai
rata-rata Matematika dan B. Inggris kategorinya lebih rendah dari kategori
ujian nasional lainnya. Dari table di
atas juga bisa ditarik kesimpulan terdapat kelemahan dalam pembelajaran
Matematika dan B. Inggris di MA program IPS.
3.
Program
Keagamaan
Tabel 11. Statistik Ujian
Nasional MA Program Keagamaan
TP.
2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Dalam Tabel 11 di atas,
nilai mata ujian nasional MA Program Keagamaan TP. 2017/2018, mata ujian Tafsir
dan Hadits berada dalam kategori B, mata ujian B. Indonesia, B. Inggris,
Matematika, dan Fiqh mendapat kategori C dan D. Nilai rata-rata terendah ada
pada mata ujian Matematika yaitu 33,15, rata-rata tertinggi adalah mata ujian
Bahasa Indonesia yaitu 64,93. Pada mata ujian matematika juga terdapat range
yang tinggi yaitu nilai tertinggi dikurangi nilai terendah yaitu 92,5. Hal ini
menandakan adanya kemampuan yang beragam, sedangkan standard deviasi pada mata
ujian Matematika juga tinggi yaitu 11,89 yang berarti adanya keragaman yang
besar pada nilai mata ujian Matematika.
Nilai-nilai pada tabel 11 di atas
adalah kumulatif Nasional, nilai-nilai tersebut juga dapat di telusuri
setiap provinsi. Bila nilai ujian dikategorikan, misal nilai > 85
dikategorikan A (4), nilai 70<=X<85 dikategorikan B (3), nilai
55<=X<70 dikategorikan C (2), dan nilai < 55 dikategorikan D (1) Jika
nilai semua provinsi ditotal untuk perbandingan, maka tampak seperti di bawah
ini :
Gambar 8. Perbandingan nilai setiap mata ujian nasional MA
Program Keagamaan TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Mata ujian Matematika
merupakan mata ujian dengan rata-rata terendah yaitu seluruhnya dalam kategori
D. Jika ditelusuri pada capaian hasil UN pada MA program Keagamaan ternyata
tidak ada satu provinsi pun yang nilai rata-ratanya >= 85, berarti tertinggi
ada pada kategori B, Dalam table di atas juga terlihat nilai rata-rata
Matematika kategorinya lebih rendah dari kategori ujian nasional lainnya. Dari table di atas juga bisa ditarik
kesimpulan terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika di MA program
Keagamaan.
Tabel 12. Kategori Ujian Nasional MA Program
Keagamaan Setiap Provinsi TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Hal yang bisa ditarik
kesimpulan dari uraian pemanfaatan hasil UN Madrasah Aliyah TP. 2017/2018 adalah
kelemahan dalam pembelajaran Matematika yang terjadi di setiap program di
Madrasah Aliyah. Hal ini menjadi evaluasi bagi pihak-pihak terkait untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran Matematika di Madrasah Aliyah.
PENUTUP
Dari uraian hasil
analisis tentang Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2018, maka
dapat ditarik kesimpulan :
· Jumlah
peserta Ujian Nasional untuk jenjang pendidikan Madrasah Aliyah TP. 2014/2015
sampai dengan TP. 2017/2018 selalu meningkat setiap tahunnya.
· Kontribusi
terbesar atas peningkatan jumlah tersebut adalah siswa MA program IPS yaitu sekitar 60% dari total jumlah siswa
peserta UN, kemudian IPA, Agama dan Bahasa.
· Peningkatan
jumlah siswa MA peserta UN berarti peningkatan jumlah siswa Madrasah Aliyah dan
meningkatnya kepercayaan masyarakat pada lembaga Madrasah Aliyah.
· Hasil
ujian nasional Madrasah Aliyah Negeri setiap program lebih tinggi dari Madrasah
Aliyah Swasta. Hal ini menjadi indikator bahwa pembelajaran di Madrasah Aliyah
Negeri lebih baik dari Madrasah Aliyah Swasta.
· Hasil
Ujian Nasional MA TP. 2014/2015 - TP. 2017/2018 bisa di lihat kelemahan dalam
pembelajaran Matematika yang terjadi di setiap program di Madrasah Aliyah.
· Terdapat
kelemahan pada mata pelajaran eksakta sebaliknya pada mata pelajaran keagamaan
terlihat kelebihan siswa MA peserta UN pada Pada Hasil Ujian Nasional MA TP.
2017/2018 setiap provinsi.
DAFTAR
PUSTAKA
Gravetter. J. Frederick, Larry. B. Wallnau. 2004. Statistics for the Behavioral Sciences. Thomson Higher Education. Belmont USA
Lolombulan,
Julius H, 2017. Statistika bagi Peneliti Pendidikan. Penerbit Andi. Yogyakarta.
Permendiknas No.
34/2007 tentang Ujian
Nasional, Jakarta
Puspendik Kemendikbud,
Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/20182018, Hasil Ujian Nasional,
Jakarta
Keputusan
Mendiknas No. 153/U/2003 tentang Ujian Nasional, Jakarta
Undang-undang
No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta
Walpole,
E, Ronald, 1992, Pengantar Statistik, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta