Senin, 29 Februari 2016

Analisis Cluster Angka Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan Madrasah

Asep Sjafrudin
Pengembang Sistem Program pada Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi
Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta


ABSTRAKS

Salah satu permasalahan kehidupan bangsa yang paling mendesak untuk diatasi adalah kemiskinan. Banyak permasalahan yang timbul akar masalahnya adalah kemiskinan. Cara yang paling tepat dan cepat untuk mengatasi kemiskinan adalah pendidikan. Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi semua stakeholder bangsa mempunyai tanggung jawab atas pendidikan. Tanggung jawab inilah yang sering disebut dengan partisipasi.
Pada tahun 2014-2015 statustik Pendidikan Islam mencatat bahwa partisipasi masyarakat pada Madrasah Ibtidaiyah sebesar 86,87%, Madrasah Tsanawiyah 76,85% dan Madrasah Aliyah sebesar 68,18%.
Baik pada Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah, pengelompokkan yang terbentuk/cluster yang terbentuk adalah, cluster 1 : Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Babel, DKI, DIY, Banten, Bali, NTB, NTT, Pabar, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Kaltara, Sulut, Sulteng, Sulsel, Sultra, Gtlo, Sulbar, Maluku, Malut, Papua, cluster 2 : Jabar, Jateng, Jatim.


Kata kunci : Analisis Cluster, Angka Partisipasi Masyarakat, Pendidikan, Madrasah, 

Lebih lengkap :

Selasa, 16 Februari 2016

Analisis Cluster Hasil Ujian Nasional Madrasah Tsanawiyah Tahun 2015



Asep Sjafrudin
Pengembang Sistem Program pada Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi
Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta







ABSTRAKS


Ujian Nasional biasa disingkat UN/UNAS adalah sistem evaluasi standard pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah. Pada tahun 2015, Ujian Nasional (UN) tidak lagi menjadi penentu kelulusan seorang siswa, tetapi UN tetap dibutuhkan untuk pemetaan kualitas pendidikan, dengan kata lain Ujian Nasional merupakan fungsi pengendalian mutu pendidikan (educational quality control) dan fungsi penjaminan mutu pendidikan (educational quality assurance).
Pada Ujian Nasional Madrasah  Tsanawiyah Tahun 2015, kumulatif rata-rata nilai ujian tertinggi diperoleh provinsi  Sumatera Utara dengan nilai 290.68 dan terendah adalah provinsi Kalimantan Utara dengan nilai 173,85. Peta yang terbentuk dari hasil UN 2015 adalah : Dua cluster yang terbentuk dari hasil UN MTs tahun 2015 adalah, cluster 1 : DKI, Jabar, DIY, Jatim, Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Kalbar, Kalteng,  Kaltim, Sulut, Sulteng, Sultra, Maluku, Bali, NTB, Papua, Malut, Gorontalo, Kepulauan Riau, Sulbar dan Pabar. Cluster 2 : Jateng, NTT, Bengkulu, Babel, Banten, dan Kaltara.

Kata Kunci : Analisis Cluster, Ujian Nasional, Pemetaan, Madrasah Tsanawiyah,

ABSTRACT


National Exam commonly abbreviated UN / UNAS is a standard evaluation system of primary and secondary education nationally and equal quality education levels among regions. In 2015, the National Examination (UN) will no longer be a determinant of graduation a student, but the UN still needed for mapping the quality of education, in other words the National Exam is a function of the quality control of education (educational quality control) and functions of quality assurance in education (educational quality assurance ).
At the National Exam MTs In 2015, the cumulative average of the highest test scores obtained by the province of North Sumatra with a value of 290.68 and the lowest is the North Kalimantan province with a value of 173.85. Map formed from the UN in 2015 are: Two clusters are formed from the UN MTs in 2015 is, cluster 1: Jakarta, West Java, Yogyakarta, East Java, Aceh, North Sumatra, West Sumatra, Riau, Jambi, South Sumatra, Lampung, West Kalimantan, Central Kalimantan, East Kalimantan, North Sulawesi, Central Sulawesi, Southeast Sulawesi, Maluku, Bali, West Nusa Tenggara, Papua, North Maluku, Gorontalo, Riau Islands, West Sulawesi and Pabar. Cluster 2: Central Java, East Nusa Tenggara, Bengkulu, Babel, Banten, and Kaltara.

Keyword : Cluster Analysis, National Exam, Mapping, Tsanawiyah


Lebih lengkap : 

Minggu, 14 Februari 2016

Analisis Cluster Hasil Ujian Nasional Madrasah Tahun 2015

Asep Sjafrudin
Pengembang Sistem Program pada Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi
Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta





ABSTRAKS

Ujian Nasional biasa disingkat UN/UNAS adalah sistem evaluasi standard pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah. Pada tahun 2015, Ujian Nasional (UN) tidak lagi menjadi penentu kelulusan seorang siswa, tetapi UN tetap dibutuhkan untuk pemetaan kualitas pendidikan, dengan kata lain Ujian Nasional merupakan fungsi pengendalian mutu pendidikan (educational quality control) dan fungsi penjaminan mutu pendidikan (educational quality assurance). Peta yang terbentuk dari hasil UN 2015 adalah : Dua cluster yang terbentuk dari hasil UN MTS tahun 2015 adalah, cluster 1 : DKI, Jabar, DIY, Jatim, Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Kalbar, Kalteng,  Kaltim, Sulut, Sulteng, Sultra, Maluku, Bali, NTB, Papua, Malut, Gtlo, Kepri, Sulbar dan Pabar. Cluster 2 : Jateng, NTT, Bengkulu, Babel, Banten, dan Kaltara.       Dua cluster yang terbentuk adalah dari hasil UN MA Program Bahasa tahun 2015, cluster 1 : :DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Sumut, Jambi,Lampung, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulut, Sulsel, Sultra, Bali, Bengkulu, Gtlo, Pabar. Cluster 2 : Aceh, Sulteng, NTB, NTT, Banten, Sulbar, Kaltara.  Dua cluster yang terbentuk dari hasil UN MA Program IPA tahun 2015 adalah, cluster 1 : DKI, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulut, Sultra, Maluku, Bali, Bengkulu, Malut, Gtlo, Banten, Kepri, Pabar. Cluster 2: Sulteng, NTT, Papua, Babel, Sulbar, Kaltara. Dua cluster yang terbentuk adalah dari hasil UN MA Program IPS tahun 2015, cluster 1: DKI, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Aceh, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Lampung, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulut, Sulteng, Sulsel, Sultra, Maluku, NTB, NTT, Papua, Bengkulu, Malut, Babel, Gtlo, Banten, Kepri, Sulbar, Pabar, Kaltara. Cluster 2 : Sumut, Bali. Dua cluster yang terbentuk dari hasil UN MA Program Agama tahun 2015 adalah, cluster 1: DKI, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Sumsel, Lampung, Kaltim, Sulut, Sultra, Bali, Gtlo, Bali, Cluster 2 : Jambi, Kalbar, Kalteng,NTB, NTT, Papua, Bengkulu,  Babel, Kepri, Sulbar, Pabar, Kaltara, Sulteng, Sulsel.


Kata Kunci : Analisis Cluster, Ujian Basional, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah