Senin, 21 Desember 2015
Hanya berharap padaMu
Perih, pedih hati ini
Mungkin ini agar Allah mengampuni
Hanya dengan berusaha dan berdoa
Demi pengharapan akan cita
Minggu, 20 Desember 2015
Tipe PNS
15
tahun saya menjadi PNS, setidaknya sudah cukup menilai tipikal PNS. PNS adalah
profesi paling aman di negeri ini.Banyak peluang dan kesempatan dengan menjadi
PNS, seperti mendapatkan beasiswa, bantuan studi, kesempatan untuk mempengaruhi
orang lain dengan kewenangannya dengan legal dll. Banyak stigma negatif yang lengket dengan
profesi ini. Beberapa tipikal PNS yang saya temui, Menurut pengamatan saya, kalau dibuat klasifikasinya
sekurang-kurangnya ada 4 kelompok PNS :
1.
Kelompok Elite
Sebagaimana elite partai, elite kekuasaan dan elite-elite
lainnya, kelompok ini merupakan kelompok yang paling “beruntung” karena
kekuasaan dan akses terhadap sumber daya dan anggaran yang besar. Jumlah mereka
tidak banyak sekitar 5 – 10 % dari seluruh jumlah PNS. Termasuk kelompok ini
pejabat struktur yang ada eselonnya Kepala seksi, Kepala bidang, dan
seterusnya, bendahara, pimpinan proyek (sekarang pejabat pemegang komitmen),
ketua-ketua panitia dan anggotanya. Boleh dibilang mereka ini “nyawanya”
instansi-instansi pemerintah, merekalah yang paling sibuk diantara para PNS
lainnya. Mereka bahkan rela bekerja hingga larut malam, 7 hari dalam seminggu,
bahkan 365 hari dalam setahun. Boleh dikata waktu mereka habis untuk “mengabdi”
pada negara. Tapi pengabdian mereka bukan tanpa pamrih, mereka ingin menguasai
semua sumber daya dan keuangan instansi, pegawai yang lain gak boleh dapat
bagian, kalau mau dapat bagian harus rela “mengemis” dan kalau perlu
“menyembah” mereka. Dimana habitatnya ? kalau ingin ketemu golongan ini cobalah
amati di executive lounge bandara, cafe-cafe dan coffee shop sekelas Starbuck,
restoran-restoran elit. Mana ada PNS di tempat itu ? Kalo anda mencari PNS
pakai pakaian dinas ya gak ada, mereka gak pernah kenal baju dinas harian, baju
dinas mereka jas resmi atau kemeja keren bermerek bro. Kok bisa ? lha iya
mereka khan suka jalan-jalan, mereka itu kelompok pelobi, perencana,
programmer, pemegang kuasa anggaran, jadi kudu banyak jalan. Bila perlu bawa
SPPD sekoper, stempel dinas, sekretaris pribadi. Kadang-kadang hari kerja
mereka habis untuk perjalanan dinas. Kalau sudah habis ? pengen jalan lagi
gimana ? gampang aja, pinjam nama stafnya untuk perjalanan dinas, kasih 10 %
pasti sudah senang. Ciri-ciri mereka ? Amati aja, kalau ada orang kumpul se
meja di habitat yang saya sebutkan tadi, coba dengerin. Kalo telepon pakai HP
keras-keras, pakai sebut-sebut duit yang M-M, “udah pak, gampang diatur itu,
anggaran saya sudah diapprove khan ?” itu salah satunya.
2.
Kelompok Idealis
Emangnya
ada PNS yang idealis ? Ya ada bro tapi gak banyak paling banter sekitar 5 %.
Siapakah mereka itu ? Biasanya yang masuk golongan ini adalah PNS yang lulus
lewat jalur resmi. Emang ada ? ya ada lah ? Pinter dong ? lha iyalah ! mana
mungkin lulus lewat jalur resmi kalau gak pinter ! Atau kelompok fresh
graduate, yang baru lulus sekolah dan entah karena sebab apa jadi insyaf pengen
mengabdi setulusnya, kelompok jabatan fungsional (yang kudu kerja keras kalo
pengen cepet naik pangkat), dan kelompok lainnya. Kelompok ini kebanyakan
vokalis dan suka mengkritik kebijakan-kebijakan para kelompok PNS elite. Dan
ironisnya, kadang-kadang ide-ide vokal mereka suka diam-diam dicontek para
elite untuk dijadikan program dan para elite yang dapat kue-nya, kasihan deh lo!
Akibatnya ada semacam hubungan sebab akibat yang unik antar kelompok ini dengan
kelompok elite. Semacam hubungan acuh tapi butuh, atau kayak film kartun “TOM
and JERRY”, kadang berkelahi kadang saling kangen dan butuh. Dimana habitatnya
? Habitat kelompok ini hampir sama dengan kelompok elite, hanya beda kelas
saja. Kalau elit di executive lounge bandara, mereka paling di cafe bandara
(duitnya gak cukup bro ! paling banter dari kelebihan sisa tiket). Suka
jalan-jalan juga ? Ya kadang-kadang aja kalau kelompok elite lagi gak berminat
karena materinya berat atau gak ada duitnya, atau pelatihan-pelatihan yang
berhari-hari tapi gak menghasilkan duit, mana ada pelatihan menghasilkan duit ?
Jadilah kelompok idealis ini aktifis pelatihan, aktifis sosialisasi program,
pemberdayaan program, dll. Daripada biang ribut di kantor mending suruh
pelatihan atau kalau ada beasiswa suruh pergi sekolah, kata kelompok elite.
Ciri-cirinya ? Hampir sama dengan demonstran-demonstran itu, suka mengkritik,
vokal, banyak ide. Jadi kalo ketemu orang di bandara atau di cafe dan bicara
kritis tentang program atau pemerintah, bisa jadi itu dia mahluknya.
3.
Kelompok generalis
Mayoritas
PNS termasuk dalam kelompok ini, kalau diprosentase sekitar 80 %. Kalau
dipilah-pilah lagi 20 % bisa kerja ada inisiatif, 40 % bisa kerja tidak ada
inisiatif, 10 % bisa kerja dengan bimbingan, dan 10 % tidak bisa bekerja banyak
maunya. Bisa kerja dan ada inisiatif, enaknya kalau masyarakat berurusan dengan
kelompok ini. Selain disambut ramah, dibimbing, ditunjukin tempatnya bisa juga
dicarikan solusi kalau udah kepentok masalah. Sayang jumlahnya hanya sedikit,
dan gak semua instansi ada yang begini. Hehehehe. kelompok bisa kerja miskin
inisiatif ini maksudnya mereka hanya bisa kerja saja, tunggu disuruh-suruh baru
bekerja. Jadi kalau masyarakat berurusan dengan kelompok ini ya kudu sabar,
karena mereka ini kayak robot, aturan ya aturan, tapi kalau ada lampirannya
(uang maksudnya) ya bisa diatur gitu. Ohh ... itu toh maunya. Bagian yang bisa
kerja dengan bimbingan, ini agak parah. Biasanya yang masuk kelompok ini adalah
PNS yang masuk lewat “jalur khusus” (atawa yang rumornya pakai bayar-bayar duit
sampai jutaan untuk masuk). Karena “bahan dasarnya” kurang ya mesti
dibimbing-bimbing dulu baru bisa kerja, itupun kalau mau dibimbing lho.
Kelompok terakhir golongan ini adalah kelompok gak bisa kerja banyak maunya.
Siapa dia ? PNS yang masuk lewat jalur elite, atawa titipan. Biasanya kerabat
Bupati, keponakan walikota, sepupu tim sukses gubernur, dan seterusnya. Gak
tahu gimana ngurus PNS yang ini, udah kerja gak becus tuntutannya juga banyak.
Kalau gak digubris “backingí” menakutkan juga. Bisa-bisa yang mengganggu malah
dipecat. Jadinya mereka semau gue, kerjanya hanya berdandan, cerita-cerita,
ngegosip, biang ribut. Kalo perlu jalan-jalan pakai mobil dinas, motor dinas
bahkan dikasih SPPD. Siapa yang berani melarang ? Jadi kalau ada berita
selingkuhan pakai mobil dinas di hotel dll, bisa jadi mereka ini biangnya.
Begitu beragamnya latar belakang kelompok generalis ini, wajar saja kalau kita
masih sering ketemu mereka jalan-jalan ke pasar, Mall dan lain-lain. Tanya
kenapa ?
4.
Kelompok Abdi negara
sebenarnya
Barangkali kelompok ini merupakan kelompok langka dan hampir
punah. Mereka inilah abdi negara dalam arti sebenarnya. Mereka rela bekerja
untuk negara tanpa banyak mengeluh dan banyak tuntutan. Dan tak jarang mereka
bisa menciptakan tehnologi tepat guna yang kreatif. Sayangnya negara yang
justeru sering mengabaikan mereka, mulai dari gaji dan fasilitas yang sangat
minim, kadang-kadang juga 6 bulan baru bisa dibayarkan. Tapi kelompok ini
hampir gak bisa ditemukan di kota-kota besar. Mereka itu adalah guru-guru di
daerah miskin dan terpencil, dokter dan paramedis di perbatasan, polisi
kehutanan daerah konflik, dan PNS-PNS daerah-daerah baru yang miskin fasilitas
dan infrastruktur.
Langganan:
Postingan (Atom)
