Senin, 22 Desember 2014

ANALISIS KORELASI AKREDITASI DAN HASIL UJIAN NASIONAL 2012 (STUDI KASUS MA PROVINSI DKI JAKARTA)


Pendidikan merupakan hak dasar bagi semua warga negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 pasal 31 dan sebagai salah satu cara paling ampuh untuk mengentaskan kemiskinan. Bahkan pendidikan juga termasuk dalam salah satu tujuan Millenium Development Goals (MDGs)  yaitu mencapai pendidikan dasar universal.

Akreditasi sekolah sendiri dimaksudkan sebagai  kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri yang berwenang, untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non-formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan, berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sebagai bentuk akuntabilitas publik yang dilakukan dilakukan secara obyektif, adil, transparan, dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan.  Hal ini menjadi logis karena alasan kebijakan akreditasi sekolah di Indonesia adalah bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, maka setiap satuan/program pendidikan harus memenuhi atau melampaui standar yang dilakukan melalui kegiatan akreditasi terhadap kelayakan setiap satuan/program pendidikan.

Madrasah Aliyah sebagai bagian dari jenjang pendidikan tingkat menengah memerlukan upaya pengendalian, penjaminan dan penilaian mutu dan kualitas pendidikan. Upaya pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan inilah yang dimaksud dalam UU No. 20 Tahun 2003  dan Keputusan Mendiknas No. 153/U/2003 dan dikenal dengan Ujian Nasional (UN).  Ujian Nasional merupakan fungsi pengendalian mutu pendidikan (educational quality control) dan fungsi penjaminan mutu pendidikan (educational quality assurance).
Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk; (1)  Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan; (2) Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; (3) Penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan; (4) Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan (Permendiknas No. 34/2007)
Mulai UN tahun 2008, mata pelajaran yang diujikan untuk tingkat SMA/MA bertambah menjadi 6 mata pelajaran. Untuk program IPA, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Pada program IPS, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi. Pada program Bahasa, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra Indonesia, Antropologi, dan Bahasa Asing lainnya. Pada program Agama, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Hadits, dan Tasawuf.
Pada tulisan ini akan di bahas Analisis Korelasi Akreditasi dan Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2012 di Provinsi DKI Jakarta. Yang menjadi sampel adalah 79 MA dari 87 MA di DKI Jakarta pada program IPA dan IPS karena Program IPA dan IPS lebih banyak diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia.


I.   Akreditasi Madrasah Aliyah di Provinsi DKI Jakarta
Data EMIS tahun 2011 mencatat di Provinsi DKI Jakarta terdapat  87 Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta. Jumlah tersebut berarti 1,36% dari Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia.


Gambar 1. Madrasah Aliyah DKI dan Indonesia

Akreditasi MA di Provinsi DKI Jakarta, nilai A diperoleh oleh 41 MA, nilai B diperoleh oleh 33 MA, nilai C diperoleh oleh 5 MA dan tidak ada MA yang memperoleh nilai D.

Gambar 2. Akreditasi Madrasah Aliyah DKI Jakarta

I.   Ujian Nasional Madrasah Aliyah di Provinsi DKI Jakarta
Tercatat terdapat 87.845 siswa dari 2.165 Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta pada Program IPA di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu tercatat 204 siswa (0,233%) tidak lulus. Pada Program IPS tercatat 189.808 siswa dari 5.568 Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu tercatat 1.177 siswa (0,588%) tidak lulus. Program bahasa diikuti oleh 9.397 siswa dari 297 Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia, 91 siswa (0,968%) tidak lulus. Dan 13.432 siswa mengikuti program Keagamaan dari 483 Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia, dan 79 siswa (0.588%) tidak lulus. Dari angka tersebut terlihat bahwa lebih banyak Madrasah Aliyah yang menyelenggarakan Program IPS dibandingkan program-program lainnya.
Gambar 3. Madrasah Aliyah Penyelenggara Program di Indonesia

Ujian Nasional Madrasah Aliyah tahun 2012 di Provinsi DKI Jakarta diikuti oleh 4.812 siswa. Dari jumlah tersebut tercatat 17 (0,363%) siswa tidak lulus, program IPA diikuti oleh 43 Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta dan program IPS diikuti oleh 81 Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta.






Gambar 4. Siswa Madrasah Aliyah Provinsi DKI Jakarta yang mengikuti UN tahun 2012

Pada program IPA nilai tertinggi diperoleh Madrasah Aliyah Manaratul Islam dengan nilai total 50,45. Sedang nilai terendah adalah Madrasah Aliyah YAPIS dengan nilai 39,17. Pada program IPS nilai tertinggi diperoleh Madrasah Aliyah Manaratul Islam dengan nilai total 47,55. Sedang nilai terendah adalah Madrasah Aliyah YAPIS dengan nilai 38,33.
Analisis Korelasi antara nilai akreditasi dan nilai Ujian Nasional program IPA menghasilkan korelasi sebesar 0,297 yang berarti terdapat korelasi yang rendah karena 0,703 korelasi antara nilai akreditasi dan nilai Ujian Nasional program IPA disebabkan faktor yang lain. Analisis Korelasi antara nilai akreditasi dan nilai Ujian Nasional program IPS menghasilkan korelasi sebesar 0,288 yang berarti terdapat korelasi yang rendah karena 0,712 korelasi antara nilai akreditasi dan nilai Ujian Nasional program IPS disebabkan faktor yang lain.
 

Tabel 1. Angka Korelasi



Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang rendah antara akreditasi dengan nilai Ujian Nasional.



DAFTAR BACAAN

Ditjen Pendidikan Islam Departemen Agama. 2011/2012. Statistik Pendidikan Agama dan Keagamaan. Jakarta. Kemenag.
Kanwl Kemenag DKI Jakarta. 2011. Akreditasi Madrasah. Jakarta. Kanwl Kemenag DKI Jakarta
Puspendik Kemendikbud. 2012. Hasil Ujian Nasional. Jakarta.
Sumarna Suryabata, 2004. Analisis, Validitas, Reliabilitas, dan Interpretasi Hasil Tes. Jakarta.