Jumat, 11 September 2015

Regresi Logistik Dampak Ketersediaan Fasilitas Belajar pada Keberhasilan Siswa (Studi Kasus pada MTsN DKI Jakarta)

Regresi Logistik
Dampak Ketersediaan Fasilitas Belajar pada Keberhasilan Siswa
(Studi Kasus pada MTsN DKI Jakarta)


Asep Sjafrudin
Pengembang Sistem Program pada Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi
Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta

ABSTRAK


Banyak tolak ukur keberhasilan siswa dalam pendidikan. Yang paling banyak digunakan adalah hasil Ujian Nasional. Kegiatan belajar mengajar yang baik dapat melahirkan keberhasilan siswa dalam studinya. Ketersediaan fasilitas belajar diantaranya ruang kelas, laboratorium IPA, laboratorium komputer dan perpustakaan dapat menunjang keberhasilan siswa. Regresi logistik dapat digunakan untuk mengetahui dampak ketersediaan fasilitas belajar pada prestasi siswa. Nilai Nagelkerke R square pada model regresi logistik didapatkan sebesar 0,673, yang berarti variabilitas variabel hasil UN dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel bebas X1 = Akreditasi, X2 = R Kelas Baik, X3 = Lab IPA Baik, X4 = Lab Komputer Baik, X5 = R Perpustakaan Baik sebesar 67,3%. Persentase ketepatan klasifikasi hasil UN kurang baik adalah 85,7% dan klasifikasi hasil UN baik adalah 80,0%. Dengan ketepatan klasifikasi keseluruhan adalah 83,3%. Sehingga bisa diartikan kesalahan adalah 16,7%. Faktor yang paling signifikan dalam menggambarkan keberhasilan siswa dalam model regresi ini adalah Ruang Kelas Baik


Kata kunci :
Regresi logistik, hasil UN MTsN, fasilitas belajar, Provinsi DKI Jakarta


Selengkapnya disini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar