Pemetaan dan Karakteristik
Hasil Ujian
Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2018
Asep Sjafrudin
Statistisi Muda pada
Bagian Data, Sistem Informasi, dan Humas
Ditjen Pendidikan
Islam, Kementerian Agama
Jl. Lapangan Banteng
Barat No. 3-4 Jakarta
email : asep.sjafrudin@gmail.com
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
Ujian
Nasional merupakan fungsi pengendalian mutu pendidikan (educational quality
control) dan fungsi penjaminan mutu pendidikan (educational quality assurance).
Upaya pengendalian dan penjaminan mutu
pendidikan inilah yang dimaksud dalam UU No. 20 Tahun 2003 dan Keputusan Mendiknas No. 153/U/2003. Madrasah Aliyah sebagai bagian dari jenjang
pendidikan tingkat menengah memerlukan upaya pengendalian, penjaminan dan
penilaian mutu dan kualitas pendidikan. Hasil UN digunakan sebagai salah satu
pertimbangan untuk; (1) Pemetaan mutu
satuan dan/atau program pendidikan; (2) Seleksi masuk jenjang pendidikan
berikutnya; (3) Penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan
pendidikan; (4) Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya
peningkatan mutu pendidikan (Permendiknas No. 34/2007)
Sebagai upaya memetakan
dan meneliti karakteristik Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2018,
pada tulisan ini akan dilakukan Pemetaan dan Karakteristik Hasil Ujian Nasional
Madrasah Aliyah dengan statistika deskrptif dan análisis cluster. Statistika
deskriptif meupakan metode statistika tentang tata cara pengumpulan data,
tabulasi dta, meringkas data dengan grafik sehingga membuat data lebih
informatif (Lolombulan, 2017). Statistik deskriptif digunakan untuk menyelidiki
sekumpulan objek pada sebuh populasi. Untuk menyelidiki segugus data
kuantitatif/sekumpulan objek, akan sangat membantu jika diketahui karakteristik
sekumpulan objek tersebut. Sekumpulan objek mempunyai karakteristik masing-masing.
Karakteristik tersebut berguna untuk mendeskripsikan suatu/sekumpulan objek
secara statistik. Dalam statistik, karakteristik sering digambarkan dalam
ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran (Gravetter et all, 2004). Ukuran
pemusatan dan ukuran penyebaran ini sangat penting untuk mengetahui
karakteristik sekumpulan objek. Ukuran pemusatan sekumpulan objek yang sering
dipakai adalah mean/rata-rata, range, standard deviasi (Walpole, 1992):
2.
Permasalahan
Penelitian
Bagaimana pemetaan provinsi
berdasarkan hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2018 dan bagaimana
karakteristik nilai Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2018.
3.
Tujuan
Tulisan ini bertujuan untuk :
a. Melakukan analisis cluster hasil Ujian
Nasional Madrasah AliyahTahun 2018.
b. Mendeskripsikan karakteristik nilai Ujian Nasional Madrasah
Aliyah Tahun 2018.
4.
Manfaat
Penelitian
Adapun penerima manfaat dari terselenggaranya kegiatan
ini adalah:
1. Pejabat
dan pelaksana di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam Tingkat Pusat
2. Pejabat
dan pelaksana di tingkat Kanwil Kementerian Agama
5.
Tinjauan
Pustaka
a.
Ukuran
Pemusatan dan Ukuran Penyebaran
Untuk
menyelidiki segugus data kuantitatif/sekumpulan objek, akan sangat membantu
jika diketahui karakteristik sekumpulan objek tersebut. Sekumpulan objek mempunyai karakteristik masing-masing.
Karakteristik tersebut berguna untuk mendeskripsikan suatu/sekumpulan objek
secara statistik. Dalam statistik, karakteristik sering digambarkan dalam
ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran (Gravetter et all, 2004). Ukuran pemusatan dan
ukuran penyebaran ini sangat penting untuk mengetahui karakteristik sekumpulan
objek
Ukuran pemusatan sekumpulan objek yang sering dipakai adalah (Walpole, 1992):
1. Mean/rata-rata : jumlah semua objek
dibagi banyaknya objek,
Dalam notasi matematika
mean/rata-rata sering digambarkan :
ỹ = 
Dimana : ỹ = rata-rata sekumpulan
objek x = sekumpulan objek,
n = jumlah objek
2. Median/nilai tengah : pengamatan objek yang
tepat ditengah sekumpulan data bila data diurutkan dari kecil ke besar, dan
3. Modus : nilai objek yang mempunyai
frekwensi tertinggi.
Ukuran
penyebaran digunakan untuk mengetahui seberapa jauh suatu objek menyebar dari
nilai rata-ratanya. Ukuran
penyebaran sekumpulan objek yang sering dipakai adalah :
1. Variance/ragam : variasi objek
Dalam notasi matematika variance
sering digambarkan :
Dimana :
= variance, xi = objek ke i, x = objek
n = jumlah objek
2. Standard deviasi : akar dari variance.
Dalam notasi matematika standard
deviasi sering digambarkan :
Dimana :
= standard deviasi, xi = objek ke i, x = objek
n =
jumlah objek
b.
Analisis
Cluster
Analisis
Cluster diperlukan untuk mengelompokkan provinsi berdasar hasil Ujian Nasional
Madrasah Tsanawiyah. Analisis Cluster adalah sebuah teknik multivariate yang
mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi kemiripan karakteristik dari suatu
objek. Analisis Cluster mengidentifikasi dan mengklasifikasikan objek dalam
satu cluster berdasarkan kriteria. Hasil cluster adalah sekumpulan objek yang
homogen dalam satu cluster dan heterogen dengan cluster yang lain. Analisis Cluster
sangat berguna untuk analisis data dalam banyak situasi. (Tatham et. al, 1998).
Tujuan
utama dari analisis cluster adalah mengelompokkan objek berdasarkan kesamaan
karakteristik antar objek-objek tersebut (Tatham et. al, 1998). Dengan demikian
cluster yang baik, mempunyai ciri-ciri :
a.
Homogenitas internal : kesamaan antar anggota
dalam satu cluster
b.
Heterogenitas eksternal : perbedaan antar cluster.
Salah
satu metode yang digunakan adalah analisis cluster hirarki, metode ini juga
disebut metode aglomeratif, ada juga yang disebut metode berhirarki divisif,
metode ini kebalikan dari metode aglomeratif. Analisis cluster mengukur jarak
antar objek. Mengukur jarak antar objek ada beberapa cara di antaranya (Departemen
Statistika FMIPA IPB. 2006) :
1. Single
linkage (nearest neighbour) : jarak antar dua objek diukur menggunakan jarak
terdekat.
2. Complete
linkage (farthes neighbour) : jarak antar dua objek diukur menggunakan jarak
paling jauh.
3. Centroid
linkage : jarak antar dua objek diukur
sebagai jarak euclidian antar kedua rataan (centroid) cluster.
4. Median
linkage : jarak antar dua objek diukur menggunakan titik tengah (median) antar
cluster.
5. Average
linkage : jarak antar dua objek diukur menggunakan rataan antar cluster.
6. Flexible
beta approach : jarak antar dua objek diukur menggunakan formula jarak umum
antar cluster dengan formula Lance dan Willliam
7. Mcquitty.:
jarak antar dua objek diukur menggunakan formula jarak umum antar cluster
dengan formula mcquitty.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
I.
Analisis
Hasil Ujian Nasional MA TP. 2017/2018
1.
Program
Bahasa
Tabel
5.
Statistik Ujian Nasional MA Program Bahasa TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Data
pada table 5 diatas menunjukkan bahwa semua mata UN pada program Bahasa
memperlihatkan hasil kurang menggembirakan (C dan D). Nilai rata-rata terendah
ada pada mata ujian Matematika yaitu 34,31, rata-rata tertinggi adalah mata
ujian Sastra Indonesia yaitu 66,31. Pada mata ujian matematika juga terdapat
range yang tinggi yaitu nilai tertinggi dikurangi nilai terendah yaitu 92,5.
Hal ini menandakan adanya kemampuan yang beragam, sedangkan standard deviasi
pada mata ujian Matematika juga tinggi yaitu 14,41 yang berarti adanya
keragaman yang besar pada nilai mata ujian Matematika. Nilai-nilai pada table 5 di atas adalah kumulatif Nasional, nilai-nilai
tersebut juga dapat di telusuri setiap provinsi. Bila nilai ujian
dikategorikan, misal nilai > 85 dikategorikan A (4), nilai 70<=X<85
dikategorikan B (3), nilai 55<=X<70 dikategorikan C (2), dan nilai <
55 dikategorikan D (1) Bila dikategorikan nilai-nilai tersebut setiap provinsi,
maka tampak seperti di bawah ini :
Tabel 6. Kategori Ujian
Nasional MA Program Bahasa Setiap Provinsi TP.2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Mata ujian Matematika merupakan mata
ujian dengan rata-rata terendah yaitu seluruhnya dalam kategori D. Jika
ditelusuri pada capaian hasil UN pada MA program Bahasa ternyata tidak ada satu
provinsi pun yang nilai rata-ratanya >= 85, berarti tertinggi ada pada
kategori B, bahkan seperti ditunjukkan pada tabel di atas terdapat provinsi
mendapat kategori nilai D dalam semua mata ujian. Dalam table di atas juga
terlihat nilai rata-rata Matematika kategorinya lebih rendah dari kategori
ujian nasional lainnya. Dari table di
atas juga bisa ditarik kesimpulan terdapat kelemahan dalam pembelajaran
Matematika di MA program Bahasa.
Untuk lebih memperjelas dilakukan
pemetaan dengan analisis cluster hasil ujian nasional Madrasah Aliyah program
Bahasa TP. 2017/2018.
Hasil dari analisis cluster, bila
dinginkan menjadi 3 cluster akan tampak hasil :
Pengelompokan untuk pemetaan didapatkan hasil seperti table di atas :
(1) Cluster 1 ; NTB,NTT, Sulsel, Sultra,Jambi, Sulbar, (2) Cluster 2 ; Aceh,
Sulteng, Gorontalo, Banten, Jabar, Kaltim, Bali, Kalsel, Kepri, Kalteng,
Bengkulu, Jatim, Pasbar, Sumut, Sultra, dan (3) Cluster 3 ; DKI, DIY, Riau,
Lampung. Berdasarkan analisis cluster tersebut maka nilai-nilai dalam satu
cluster cenderung homogen, dan dengan cluster yang lain cenderung heterogen.
2.
Program
IPA
Tabel
7.
Statistik Ujian Nasional MA Program IPA TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Dalam
Tabel 7 di atas, semua nilai mata ujian nasional MA Program IPA TP. 2017/2018 berada
dalam kategori D, kecuali mata ujian Bahasa Indonesia mendapat kategori C.
Nilai rata-rata terendah ada pada mata ujian Matematika yaitu 32,40, rata-rata
tertinggi adalah mata ujian Bahasa Indonesia yaitu 64,41. Pada mata ujian
matematika juga terdapat range yang tinggi yaitu nilai tertinggi dikurangi
nilai terendah yaitu 95,0. Hal ini menandakan adanya kemampuan yang beragam,
sedangkan standard deviasi pada mata ujian Matematika juga tinggi yaitu 13,79
yang berarti adanya keragaman yang besar pada nilai mata ujian Matematika. Nilai-nilai pada table 7 di atas adalah kumulatif Nasional, nilai-nilai
tersebut juga dapat di telusuri setiap provinsi. Bila nilai ujian dikategorikan,
misal nilai > 85 dikategorikan A (4), nilai 70<=X<85 dikategorikan B
(3), nilai 55<=X<70 dikategorikan C (2), dan nilai < 55 dikategorikan
D (1). Bila dikategorikan nilai-nilai tersebut setiap provinsi, maka tampak
seperti di bawah ini :
Tabel
8.
Kategori Ujian Nasional MA Program IPA Setiap Provinsi TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Mata ujian Matematika dan
Fisika merupakan mata ujian dengan rata-rata terendah yaitu seluruhnya dalam
kategori D. Jika ditelusuri pada capaian hasil UN pada MA program IPA ternyata
tidak ada satu provinsi pun yang nilai rata-ratanya >= 85, berarti tertinggi
ada pada kategori B, Dalam table di atas juga terlihat nilai rata-rata
Matematika dan Fisika kategorinya lebih rendah dari kategori ujian nasional
lainnya. Dari table di atas juga bisa
ditarik kesimpulan terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika dan Fisika
di MA program IPA.
Hasil dari analisis cluster, bila
dinginkan menjadi 3 cluster akan tampak hasil :
Pengelompokan
untuk pemetaan didapatkan hasil seperti table di atas : (1) Cluster 1 ; Aceh,
Sulbar, Kaltara, Kalbar, Pabar, Sumsel, NTT, Babel, Jateng, Sumut, Sulsel,
Sulut, NTB, Sulteng, Suktra, Gorontalo, Banten, Malut (2) Cluster 2 ; DKI, DIY, Jatim, Aceh, Sumbar,
Jateng, Kalsel, Riau, Kalteng, Kaltim, Kepri, Maluku, dan (3) Cluster 3 ; Bali.
Berdasarkan analisis cluster tersebut maka nilai-nilai dalam satu cluster
cenderung homogen, dan dengan cluster yang lain cenderung heterogen.
3.
Program
IPS
Tabel
9.
Statistik Ujian Nasional MA Program IPS TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Dalam
Tabel 9 di atas, semua nilai mata ujian nasional MA Program IPS TP. 2017/2018
berada dalam kategori D, kecuali mata ujian Bahasa Indonesia mendapat kategori
C. Nilai rata-rata terendah ada pada mata ujian Matematika yaitu 31,28,
rata-rata tertinggi adalah mata ujian Bahasa Indonesia yaitu 56,93. Pada mata
ujian matematika juga terdapat range yang tinggi yaitu nilai tertinggi dikurangi
nilai terendah yaitu 95,0. Hal ini menandakan adanya kemampuan yang beragam,
sedangkan standard deviasi pada mata ujian Matematika juga tinggi yaitu 11,22
yang berarti adanya keragaman yang besar pada nilai mata ujian Matematika. Nilai-nilai pada tabel 9 di atas adalah kumulatif Nasional, nilai-nilai
tersebut juga dapat di telusuri setiap provinsi. Bila nilai ujian
dikategorikan, misal nilai > 85 dikategorikan A (4), nilai 70<=X<85
dikategorikan B (3), nilai 55<=X<70 dikategorikan C (2), dan nilai <
55 dikategorikan D (1) Bila dikategorikan nilai-nilai tersebut setiap provinsi,
maka tampak seperti di bawah ini :
Tabel 10. Kategori Ujian
Nasional MA Program IPS Setiap Provinsi TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Mata ujian Matematika dan B. Inggris
merupakan mata ujian dengan rata-rata terendah yaitu seluruhnya dalam kategori
D. Jika ditelusuri pada capaian hasil UN pada MA program IPS ternyata tidak ada
satu provinsi pun yang nilai rata-ratanya >= 85, berarti tertinggi ada pada
kategori B, Dalam table di atas juga terlihat nilai rata-rata Matematika dan B.
Inggris kategorinya lebih rendah dari kategori ujian nasional lainnya. Dari table di atas juga bisa ditarik
kesimpulan terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika dan B. Inggris di
MA program IPS. Untuk lebih memperjelas dilakukan pemetaan dengan analisis
cluster hasil ujian nasional Madrasah Aliyah program IPS TP. 2017/2018.
Hasil dari analisis cluster, bila
dinginkan menjadi 3 cluster akan tampak hasil :
Pengelompokan
untuk pemetaan didapatkan hasil seperti table di atas : (1) Cluster 1 ; Lampung,
Bengkulu, Kalbar, NTT, Kaltara, Sulsel, Banten, Gororntalo, Jambi, Sumsel, Sumut,
Sumbar, Babel, Jabar, Jatim, Kalsel, Kaltim, Kepri, Kalteng, Papua, Aceh,
Sulut, Sulteng, NTB, Pabar, Sulbar, (2)
Cluster 2 ; Riau, Maluku, Sultra. Malut, dan (3) Cluster 3 ; DKI, Bali, Jateng,
DIY. Berdasarkan analisis cluster tersebut maka nilai-nilai dalam satu cluster
cenderung homogen, dan dengan cluster yang lain cenderung heterogen.
4.
Program
Keagamaan
Tabel 11. Statistik Ujian
Nasional MA Program Keagamaan TP.
2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Dalam
Tabel 11 di atas, nilai mata ujian nasional MA Program Keagamaan TP. 2017/2018,
mata ujian Tafsir dan Hadits berada dalam kategori B, mata ujian B. Indonesia,
B. Inggris, Matematika, dan Fiqh mendapat kategori C dan D. Nilai rata-rata
terendah ada pada mata ujian Matematika yaitu 33,15, rata-rata tertinggi adalah
mata ujian Bahasa Indonesia yaitu 64,93. Pada mata ujian matematika juga
terdapat range yang tinggi yaitu nilai tertinggi dikurangi nilai terendah yaitu
92,5. Hal ini menandakan adanya kemampuan yang beragam, sedangkan standard
deviasi pada mata ujian Matematika juga tinggi yaitu 11,89 yang berarti adanya
keragaman yang besar pada nilai mata ujian Matematika. Nilai-nilai pada tabel 11 di atas adalah kumulatif Nasional, nilai-nilai
tersebut juga dapat di telusuri setiap provinsi. Bila nilai ujian
dikategorikan, misal nilai > 85 dikategorikan A (4), nilai 70<=X<85
dikategorikan B (3), nilai 55<=X<70 dikategorikan C (2), dan nilai <
55 dikategorikan D (1) Bila dikategorikan nilai-nilai tersebut setiap provinsi,
maka tampak seperti di bawah ini :
Tabel 12. Kategori Ujian Nasional MA Program
Keagamaan Setiap Provinsi TP. 2017/2018
Sumber
: Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Mata ujian Matematika merupakan mata
ujian dengan rata-rata terendah yaitu seluruhnya dalam kategori D. Jika
ditelusuri pada capaian hasil UN pada MA program Keagamaan ternyata tidak ada
satu provinsi pun yang nilai rata-ratanya >= 85, berarti tertinggi ada pada
kategori B, Dalam table di atas juga terlihat nilai rata-rata Matematika
kategorinya lebih rendah dari kategori ujian nasional lainnya. Dari table di atas juga bisa ditarik
kesimpulan terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika di MA program
Keagamaan.Untuk lebih memperjelas dilakukan pemetaan dengan analisis cluster
hasil ujian nasional Madrasah Aliyah program IPS TP. 2017/2018.
Hasil dari analisis cluster, bila dinginkan menjadi 3 cluster akan tampak hasil :
Pengelompokan
untuk pemetaan didapatkan hasil seperti table di atas : (1) Cluster 1 ; Jatim.
Sumbar, Riau, Jabar, Kalsel, Kaltim, Kepri, DKI, Jateng, Kalteng, NTB, Bali,
Babel, Sulsel, Bengkulu, Sumut, Banten, Aceh, Lampung, Kalbar, Sulteng,
Gorontalo, Jambi, Sumsel, Sulut, NTT, Sultra,Pabar , (2) Cluster 2 ; Sulbar,
dan (3) Cluster 3 ; DIY.. Berdasarkan analisis cluster tersebut maka
nilai-nilai dalam satu cluster cenderung homogen, dan dengan cluster yang lain
cenderung heterogen.
PENUTUP
Dari uraian hasil
analisis tentang Pemetaan dan Karakteristik
Hasil Ujian Nasional
Madrasah Aliyah Tahun 2018, maka dapat
ditarik kesimpulan :
·
Berdasarkan analisis Karakteristik Hasil
Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun
2018 terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika di MA program Bahasa.
·
Pengelompokan untuk pemetaan untuk MA program Bahasa.
: (1) Cluster 1 ;
NTB,NTT, Sulsel, Sultra,Jambi, Sulbar, (2) Cluster 2 ; Aceh, Sulteng,
Gorontalo, Banten, Jabar, Kaltim, Bali, Kalsel, Kepri, Kalteng, Bengkulu,
Jatim, Pasbar, Sumut, Sultra, dan (3) Cluster 3 ; DKI, DIY, Riau, Lampung.
·
Berdasarkan analisis Karakteristik Hasil
Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun
2018 terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika dan Fisika di MA program
IPA.
·
Pengelompokan untuk pemetaan Pengelompokan
untuk pemetaan untuk MA program IPA: (1)
Cluster 1 ; Aceh, Sulbar, Kaltara, Kalbar, Pabar, Sumsel, NTT, Babel, Jateng,
Sumut, Sulsel, Sulut, NTB, Sulteng, Suktra, Gorontalo, Banten, Malut (2) Cluster 2 ; DKI, DIY, Jatim, Aceh, Sumbar,
Jateng, Kalsel, Riau, Kalteng, Kaltim, Kepri, Maluku, dan (3) Cluster 3 ; Bali.
·
Berdasarkan analisis Karakteristik Hasil
Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun
2018 terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika dan B. Inggris di MA
program IPS.
·
Pengelompokan untuk pemetaan Pengelompokan
untuk pemetaan untuk MA program IPS::
(1) Cluster 1 ; Lampung, Bengkulu, Kalbar, NTT, Kaltara, Sulsel, Banten,
Gororntalo, Jambi, Sumsel, Sumut, Sumbar, Babel, Jabar, Jatim, Kalsel, Kaltim,
Kepri, Kalteng, Papua, Aceh, Sulut, Sulteng, NTB, Pabar, Sulbar, (2) Cluster 2 ; Riau, Maluku, Sultra. Malut,
dan (3) Cluster 3 ; DKI, Bali, Jateng, DIY.
·
Berdasarkan analisis Karakteristik Hasil
Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun
2018 terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika di MA program Keagamaan.
·
Pengelompokan untuk pemetaan Pengelompokan
untuk pemetaan untuk MA program
Keagamaan: (1) Cluster 1 ; Jatim. Sumbar, Riau, Jabar, Kalsel, Kaltim, Kepri,
DKI, Jateng, Kalteng, NTB, Bali, Babel, Sulsel, Bengkulu, Sumut, Banten, Aceh,
Lampung, Kalbar, Sulteng, Gorontalo, Jambi, Sumsel, Sulut, NTT, Sultra,Pabar , (2)
Cluster 2 ; Sulbar, dan (3) Cluster 3 ; DIY..
DAFTAR
PUSTAKA
Gravetter. J. Frederick, Larry. B. Wallnau. 2004. Statistics for the Behavioral Sciences. Thomson Higher Education. Belmont USA
Keputusan
Mendiknas No. 153/U/2003 tentang Ujian Nasional, Jakarta
Lolombulan,
Julius H, 2017. Statistika bagi Peneliti Pendidikan. Penerbit Andi. Yogyakarta.
Permendiknas No.
34/2007 tentang Ujian
Nasional, Jakarta
Puspendik Kemendikbud,
Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/20182018, Hasil Ujian Nasional,
Jakarta
Tatham. Ronald. L,
Anderson. Rolph.E, & Hair. Joseph. E. 1987. Multivariate Data Analysis.
Second Edition. New York: Macmillan Publishing Company.
Undang-undang
No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta
Walpole,
E, Ronald, 1992, Pengantar Statistik, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta














Tidak ada komentar:
Posting Komentar