Minggu, 07 April 2019

Pemetaan dan Karakteristik Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2018


Pemetaan dan Karakteristik
Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah  Tahun 2018

Asep Sjafrudin

Statistisi Muda pada Bagian Data, Sistem Informasi, dan Humas
Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4 Jakarta


PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
Ujian Nasional merupakan fungsi pengendalian mutu pendidikan (educational quality control) dan fungsi penjaminan mutu pendidikan (educational quality assurance).  Upaya pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan inilah yang dimaksud dalam UU No. 20 Tahun 2003  dan Keputusan Mendiknas No. 153/U/2003. Madrasah Aliyah sebagai bagian dari jenjang pendidikan tingkat menengah memerlukan upaya pengendalian, penjaminan dan penilaian mutu dan kualitas pendidikan. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk; (1)  Pemetaan mutu satuan dan/atau program pendidikan; (2) Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya; (3) Penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan; (4) Pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan (Permendiknas No. 34/2007)
Sebagai upaya memetakan dan meneliti karakteristik Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2018, pada tulisan ini akan dilakukan Pemetaan dan Karakteristik Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah dengan statistika deskrptif dan análisis cluster. Statistika deskriptif meupakan metode statistika tentang tata cara pengumpulan data, tabulasi dta, meringkas data dengan grafik sehingga membuat data lebih informatif (Lolombulan, 2017). Statistik deskriptif digunakan untuk menyelidiki sekumpulan objek pada sebuh populasi. Untuk menyelidiki segugus data kuantitatif/sekumpulan objek, akan sangat membantu jika diketahui karakteristik sekumpulan objek tersebut. Sekumpulan objek mempunyai karakteristik masing-masing. Karakteristik tersebut berguna untuk mendeskripsikan suatu/sekumpulan objek secara statistik. Dalam statistik, karakteristik sering digambarkan dalam ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran (Gravetter et all, 2004). Ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran ini sangat penting untuk mengetahui karakteristik sekumpulan objek. Ukuran pemusatan sekumpulan objek yang sering dipakai adalah mean/rata-rata, range, standard deviasi (Walpole, 1992):

2.    Permasalahan Penelitian
Bagaimana pemetaan provinsi berdasarkan hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2018 dan bagaimana karakteristik nilai Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2018.

3.    Tujuan
Tulisan ini bertujuan untuk :
a.    Melakukan analisis cluster hasil Ujian Nasional Madrasah AliyahTahun 2018.
b.    Mendeskripsikan  karakteristik nilai Ujian Nasional Madrasah Aliyah Tahun 2018.

4.    Manfaat Penelitian
Adapun penerima manfaat dari terselenggaranya kegiatan ini adalah:
1.    Pejabat dan pelaksana di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam Tingkat Pusat
2.    Pejabat dan pelaksana di tingkat Kanwil Kementerian Agama

5.    Tinjauan Pustaka
a.      Ukuran Pemusatan dan Ukuran Penyebaran
Untuk menyelidiki segugus data kuantitatif/sekumpulan objek, akan sangat membantu jika diketahui karakteristik sekumpulan objek tersebut. Sekumpulan objek mempunyai karakteristik masing-masing. Karakteristik tersebut berguna untuk mendeskripsikan suatu/sekumpulan objek secara statistik. Dalam statistik, karakteristik sering digambarkan dalam ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran (Gravetter et all, 2004). Ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran ini sangat penting untuk mengetahui karakteristik sekumpulan objek
Ukuran pemusatan sekumpulan objek yang sering dipakai adalah  (Walpole, 1992):
1.      Mean/rata-rata : jumlah semua objek dibagi banyaknya objek,
Dalam notasi matematika mean/rata-rata sering digambarkan :
ỹ =
Dimana : ỹ = rata-rata sekumpulan objek  x =  sekumpulan objek,
   n = jumlah objek
2.      Median/nilai tengah : pengamatan objek yang tepat ditengah sekumpulan data bila data diurutkan dari kecil ke besar, dan
3.      Modus : nilai objek yang mempunyai frekwensi tertinggi.

Ukuran penyebaran digunakan untuk mengetahui seberapa jauh suatu objek menyebar dari nilai rata-ratanya. Ukuran penyebaran sekumpulan objek yang sering dipakai adalah :
1.      Variance/ragam : variasi objek
Dalam notasi matematika variance sering digambarkan :
Dimana :  = variance, xi =  objek ke i, x = objek
    n = jumlah objek
2.      Standard deviasi : akar dari variance.
Dalam notasi matematika standard deviasi sering digambarkan :
 =
Dimana :  = standard deviasi, xi =  objek ke i, x = objek
    n = jumlah objek



b.      Analisis Cluster
Analisis Cluster diperlukan untuk mengelompokkan provinsi berdasar hasil Ujian Nasional Madrasah Tsanawiyah. Analisis Cluster adalah sebuah teknik multivariate yang mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi kemiripan karakteristik dari suatu objek. Analisis Cluster mengidentifikasi dan mengklasifikasikan objek dalam satu cluster berdasarkan kriteria. Hasil cluster adalah sekumpulan objek yang homogen dalam satu cluster dan heterogen dengan cluster yang lain. Analisis Cluster sangat berguna untuk analisis data dalam banyak situasi. (Tatham et. al, 1998).

Tujuan utama dari analisis cluster adalah mengelompokkan objek berdasarkan kesamaan karakteristik antar objek-objek tersebut (Tatham et. al, 1998). Dengan demikian cluster yang baik, mempunyai ciri-ciri :
a. Homogenitas internal : kesamaan antar anggota  dalam satu cluster
b. Heterogenitas eksternal : perbedaan antar cluster.

Salah satu metode yang digunakan adalah analisis cluster hirarki, metode ini juga disebut metode aglomeratif, ada juga yang disebut metode berhirarki divisif, metode ini kebalikan dari metode aglomeratif. Analisis cluster mengukur jarak antar objek. Mengukur jarak antar objek ada beberapa cara di antaranya (Departemen Statistika FMIPA IPB. 2006) :
1.      Single linkage (nearest neighbour) : jarak antar dua objek diukur menggunakan jarak terdekat.
2.      Complete linkage (farthes neighbour) : jarak antar dua objek diukur menggunakan jarak paling jauh.
3.      Centroid linkage : jarak antar dua objek  diukur sebagai jarak euclidian antar kedua rataan (centroid) cluster.
4.      Median linkage : jarak antar dua objek diukur menggunakan titik tengah (median) antar cluster.
5.      Average linkage : jarak antar dua objek diukur menggunakan rataan antar cluster.
6.      Flexible beta approach : jarak antar dua objek diukur menggunakan formula jarak umum antar cluster dengan formula Lance dan Willliam
7.      Mcquitty.: jarak antar dua objek diukur menggunakan formula jarak umum antar cluster dengan formula mcquitty.






HASIL DAN PEMBAHASAN
I.         Analisis Hasil Ujian Nasional MA TP. 2017/2018
1.        Program Bahasa
Tabel 5. Statistik Ujian Nasional MA Program Bahasa TP. 2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018

Data pada table 5 diatas menunjukkan bahwa semua mata UN pada program Bahasa memperlihatkan hasil kurang menggembirakan (C dan D). Nilai rata-rata terendah ada pada mata ujian Matematika yaitu 34,31, rata-rata tertinggi adalah mata ujian Sastra Indonesia yaitu 66,31. Pada mata ujian matematika juga terdapat range yang tinggi yaitu nilai tertinggi dikurangi nilai terendah yaitu 92,5. Hal ini menandakan adanya kemampuan yang beragam, sedangkan standard deviasi pada mata ujian Matematika juga tinggi yaitu 14,41 yang berarti adanya keragaman yang besar pada nilai mata ujian Matematika.   Nilai-nilai pada table 5 di atas  adalah kumulatif Nasional, nilai-nilai tersebut juga dapat di telusuri setiap provinsi. Bila nilai ujian dikategorikan, misal nilai > 85 dikategorikan A (4), nilai 70<=X<85 dikategorikan B (3), nilai 55<=X<70 dikategorikan C (2), dan nilai < 55 dikategorikan D (1) Bila dikategorikan nilai-nilai tersebut setiap provinsi, maka tampak seperti di bawah ini :



Tabel 6. Kategori Ujian Nasional MA Program Bahasa Setiap Provinsi TP.2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018

Mata ujian Matematika merupakan mata ujian dengan rata-rata terendah yaitu seluruhnya dalam kategori D. Jika ditelusuri pada capaian hasil UN pada MA program Bahasa ternyata tidak ada satu provinsi pun yang nilai rata-ratanya >= 85, berarti tertinggi ada pada kategori B, bahkan seperti ditunjukkan pada tabel di atas terdapat provinsi mendapat kategori nilai D dalam semua mata ujian. Dalam table di atas juga terlihat nilai rata-rata Matematika kategorinya lebih rendah dari kategori ujian nasional lainnya.  Dari table di atas juga bisa ditarik kesimpulan terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika di MA program Bahasa.
Untuk lebih memperjelas dilakukan pemetaan dengan analisis cluster hasil ujian nasional Madrasah Aliyah program Bahasa TP. 2017/2018.



Hasil dari analisis cluster, bila dinginkan menjadi 3 cluster akan tampak hasil :

Pengelompokan untuk pemetaan didapatkan hasil seperti table di atas : (1) Cluster 1 ; NTB,NTT, Sulsel, Sultra,Jambi, Sulbar, (2) Cluster 2 ; Aceh, Sulteng, Gorontalo, Banten, Jabar, Kaltim, Bali, Kalsel, Kepri, Kalteng, Bengkulu, Jatim, Pasbar, Sumut, Sultra, dan (3) Cluster 3 ; DKI, DIY, Riau, Lampung. Berdasarkan analisis cluster tersebut maka nilai-nilai dalam satu cluster cenderung homogen, dan dengan cluster yang lain cenderung heterogen.

 2.        Program IPA

Tabel 7. Statistik Ujian Nasional MA Program IPA TP. 2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018

Dalam Tabel 7 di atas, semua nilai mata ujian nasional MA Program IPA TP. 2017/2018 berada dalam kategori D, kecuali mata ujian Bahasa Indonesia mendapat kategori C. Nilai rata-rata terendah ada pada mata ujian Matematika yaitu 32,40, rata-rata tertinggi adalah mata ujian Bahasa Indonesia yaitu 64,41. Pada mata ujian matematika juga terdapat range yang tinggi yaitu nilai tertinggi dikurangi nilai terendah yaitu 95,0. Hal ini menandakan adanya kemampuan yang beragam, sedangkan standard deviasi pada mata ujian Matematika juga tinggi yaitu 13,79 yang berarti adanya keragaman yang besar pada nilai mata ujian Matematika.   Nilai-nilai pada table 7 di atas  adalah kumulatif Nasional, nilai-nilai tersebut juga dapat di telusuri setiap provinsi. Bila nilai ujian dikategorikan, misal nilai > 85 dikategorikan A (4), nilai 70<=X<85 dikategorikan B (3), nilai 55<=X<70 dikategorikan C (2), dan nilai < 55 dikategorikan D (1). Bila dikategorikan nilai-nilai tersebut setiap provinsi, maka tampak seperti di bawah ini :

Tabel 8. Kategori Ujian Nasional MA Program IPA Setiap Provinsi TP. 2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018

Mata ujian Matematika dan Fisika merupakan mata ujian dengan rata-rata terendah yaitu seluruhnya dalam kategori D. Jika ditelusuri pada capaian hasil UN pada MA program IPA ternyata tidak ada satu provinsi pun yang nilai rata-ratanya >= 85, berarti tertinggi ada pada kategori B, Dalam table di atas juga terlihat nilai rata-rata Matematika dan Fisika kategorinya lebih rendah dari kategori ujian nasional lainnya.  Dari table di atas juga bisa ditarik kesimpulan terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika dan Fisika di MA program IPA.

Hasil dari analisis cluster, bila dinginkan menjadi 3 cluster akan tampak hasil :

Pengelompokan untuk pemetaan didapatkan hasil seperti table di atas : (1) Cluster 1 ; Aceh, Sulbar, Kaltara, Kalbar, Pabar, Sumsel, NTT, Babel, Jateng, Sumut, Sulsel, Sulut, NTB, Sulteng, Suktra, Gorontalo, Banten, Malut  (2) Cluster 2 ; DKI, DIY, Jatim, Aceh, Sumbar, Jateng, Kalsel, Riau, Kalteng, Kaltim, Kepri, Maluku, dan (3) Cluster 3 ; Bali. Berdasarkan analisis cluster tersebut maka nilai-nilai dalam satu cluster cenderung homogen, dan dengan cluster yang lain cenderung heterogen.

3.        Program IPS
Tabel 9. Statistik Ujian Nasional MA Program IPS TP. 2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018

Dalam Tabel 9 di atas, semua nilai mata ujian nasional MA Program IPS TP. 2017/2018 berada dalam kategori D, kecuali mata ujian Bahasa Indonesia mendapat kategori C. Nilai rata-rata terendah ada pada mata ujian Matematika yaitu 31,28, rata-rata tertinggi adalah mata ujian Bahasa Indonesia yaitu 56,93. Pada mata ujian matematika juga terdapat range yang tinggi yaitu nilai tertinggi dikurangi nilai terendah yaitu 95,0. Hal ini menandakan adanya kemampuan yang beragam, sedangkan standard deviasi pada mata ujian Matematika juga tinggi yaitu 11,22 yang berarti adanya keragaman yang besar pada nilai mata ujian Matematika.   Nilai-nilai pada tabel 9 di atas  adalah kumulatif Nasional, nilai-nilai tersebut juga dapat di telusuri setiap provinsi. Bila nilai ujian dikategorikan, misal nilai > 85 dikategorikan A (4), nilai 70<=X<85 dikategorikan B (3), nilai 55<=X<70 dikategorikan C (2), dan nilai < 55 dikategorikan D (1) Bila dikategorikan nilai-nilai tersebut setiap provinsi, maka tampak seperti di bawah ini :
Tabel 10. Kategori Ujian Nasional MA Program IPS Setiap Provinsi TP. 2017/2018
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018

Mata ujian Matematika dan B. Inggris merupakan mata ujian dengan rata-rata terendah yaitu seluruhnya dalam kategori D. Jika ditelusuri pada capaian hasil UN pada MA program IPS ternyata tidak ada satu provinsi pun yang nilai rata-ratanya >= 85, berarti tertinggi ada pada kategori B, Dalam table di atas juga terlihat nilai rata-rata Matematika dan B. Inggris kategorinya lebih rendah dari kategori ujian nasional lainnya.  Dari table di atas juga bisa ditarik kesimpulan terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika dan B. Inggris di MA program IPS. Untuk lebih memperjelas dilakukan pemetaan dengan analisis cluster hasil ujian nasional Madrasah Aliyah program IPS TP. 2017/2018.

Hasil dari analisis cluster, bila dinginkan menjadi 3 cluster akan tampak hasil :


Pengelompokan untuk pemetaan didapatkan hasil seperti table di atas : (1) Cluster 1 ; Lampung, Bengkulu, Kalbar, NTT, Kaltara, Sulsel, Banten, Gororntalo, Jambi, Sumsel, Sumut, Sumbar, Babel, Jabar, Jatim, Kalsel, Kaltim, Kepri, Kalteng, Papua, Aceh, Sulut, Sulteng, NTB, Pabar, Sulbar,  (2) Cluster 2 ; Riau, Maluku, Sultra. Malut, dan (3) Cluster 3 ; DKI, Bali, Jateng, DIY. Berdasarkan analisis cluster tersebut maka nilai-nilai dalam satu cluster cenderung homogen, dan dengan cluster yang lain cenderung heterogen.

4.        Program Keagamaan
Tabel 11. Statistik Ujian Nasional MA Program Keagamaan TP. 2017/2018 
Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018

Dalam Tabel 11 di atas, nilai mata ujian nasional MA Program Keagamaan TP. 2017/2018, mata ujian Tafsir dan Hadits berada dalam kategori B, mata ujian B. Indonesia, B. Inggris, Matematika, dan Fiqh mendapat kategori C dan D. Nilai rata-rata terendah ada pada mata ujian Matematika yaitu 33,15, rata-rata tertinggi adalah mata ujian Bahasa Indonesia yaitu 64,93. Pada mata ujian matematika juga terdapat range yang tinggi yaitu nilai tertinggi dikurangi nilai terendah yaitu 92,5. Hal ini menandakan adanya kemampuan yang beragam, sedangkan standard deviasi pada mata ujian Matematika juga tinggi yaitu 11,89 yang berarti adanya keragaman yang besar pada nilai mata ujian Matematika.   Nilai-nilai pada tabel 11 di atas  adalah kumulatif Nasional, nilai-nilai tersebut juga dapat di telusuri setiap provinsi. Bila nilai ujian dikategorikan, misal nilai > 85 dikategorikan A (4), nilai 70<=X<85 dikategorikan B (3), nilai 55<=X<70 dikategorikan C (2), dan nilai < 55 dikategorikan D (1) Bila dikategorikan nilai-nilai tersebut setiap provinsi, maka tampak seperti di bawah ini :
Tabel 12. Kategori Ujian Nasional MA Program Keagamaan Setiap Provinsi TP. 2017/2018

Sumber : Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/2018
Mata ujian Matematika merupakan mata ujian dengan rata-rata terendah yaitu seluruhnya dalam kategori D. Jika ditelusuri pada capaian hasil UN pada MA program Keagamaan ternyata tidak ada satu provinsi pun yang nilai rata-ratanya >= 85, berarti tertinggi ada pada kategori B, Dalam table di atas juga terlihat nilai rata-rata Matematika kategorinya lebih rendah dari kategori ujian nasional lainnya.  Dari table di atas juga bisa ditarik kesimpulan terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika di MA program Keagamaan.Untuk lebih memperjelas dilakukan pemetaan dengan analisis cluster hasil ujian nasional Madrasah Aliyah program IPS TP. 2017/2018.


Hasil dari analisis cluster, bila dinginkan menjadi 3 cluster akan tampak hasil :


Pengelompokan untuk pemetaan didapatkan hasil seperti table di atas : (1) Cluster 1 ; Jatim. Sumbar, Riau, Jabar, Kalsel, Kaltim, Kepri, DKI, Jateng, Kalteng, NTB, Bali, Babel, Sulsel, Bengkulu, Sumut, Banten, Aceh, Lampung, Kalbar, Sulteng, Gorontalo, Jambi, Sumsel, Sulut, NTT, Sultra,Pabar     ,  (2) Cluster 2 ; Sulbar, dan (3) Cluster 3 ; DIY.. Berdasarkan analisis cluster tersebut maka nilai-nilai dalam satu cluster cenderung homogen, dan dengan cluster yang lain cenderung heterogen.



PENUTUP

Dari uraian hasil analisis tentang Pemetaan dan Karakteristik
Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah  Tahun 2018, maka dapat ditarik kesimpulan :

·           Berdasarkan analisis Karakteristik Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah  Tahun 2018 terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika di MA program Bahasa.
·           Pengelompokan untuk pemetaan  untuk MA program Bahasa.
: (1) Cluster 1 ; NTB,NTT, Sulsel, Sultra,Jambi, Sulbar, (2) Cluster 2 ; Aceh, Sulteng, Gorontalo, Banten, Jabar, Kaltim, Bali, Kalsel, Kepri, Kalteng, Bengkulu, Jatim, Pasbar, Sumut, Sultra, dan (3) Cluster 3 ; DKI, DIY, Riau, Lampung.
·           Berdasarkan analisis Karakteristik Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah  Tahun 2018 terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika dan Fisika di MA program IPA.
·           Pengelompokan untuk pemetaan Pengelompokan untuk pemetaan  untuk MA program IPA: (1) Cluster 1 ; Aceh, Sulbar, Kaltara, Kalbar, Pabar, Sumsel, NTT, Babel, Jateng, Sumut, Sulsel, Sulut, NTB, Sulteng, Suktra, Gorontalo, Banten, Malut  (2) Cluster 2 ; DKI, DIY, Jatim, Aceh, Sumbar, Jateng, Kalsel, Riau, Kalteng, Kaltim, Kepri, Maluku, dan (3) Cluster 3 ; Bali.
·           Berdasarkan analisis Karakteristik Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah  Tahun 2018 terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika dan B. Inggris di MA program IPS.
·           Pengelompokan untuk pemetaan Pengelompokan untuk pemetaan  untuk MA program IPS:: (1) Cluster 1 ; Lampung, Bengkulu, Kalbar, NTT, Kaltara, Sulsel, Banten, Gororntalo, Jambi, Sumsel, Sumut, Sumbar, Babel, Jabar, Jatim, Kalsel, Kaltim, Kepri, Kalteng, Papua, Aceh, Sulut, Sulteng, NTB, Pabar, Sulbar,  (2) Cluster 2 ; Riau, Maluku, Sultra. Malut, dan (3) Cluster 3 ; DKI, Bali, Jateng, DIY.
·           Berdasarkan analisis Karakteristik Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah  Tahun 2018 terdapat kelemahan dalam pembelajaran Matematika di MA program Keagamaan.
·           Pengelompokan untuk pemetaan Pengelompokan untuk pemetaan  untuk MA program Keagamaan: (1) Cluster 1 ; Jatim. Sumbar, Riau, Jabar, Kalsel, Kaltim, Kepri, DKI, Jateng, Kalteng, NTB, Bali, Babel, Sulsel, Bengkulu, Sumut, Banten, Aceh, Lampung, Kalbar, Sulteng, Gorontalo, Jambi, Sumsel, Sulut, NTT, Sultra,Pabar    ,  (2) Cluster 2 ; Sulbar, dan (3) Cluster 3 ; DIY..








DAFTAR PUSTAKA


Gravetter. J. Frederick, Larry. B. Wallnau. 2004. Statistics for the Behavioral Sciences. Thomson Higher Education. Belmont USA
Keputusan Mendiknas No. 153/U/2003 tentang Ujian Nasional, Jakarta
Lolombulan, Julius H, 2017. Statistika bagi Peneliti Pendidikan. Penerbit Andi. Yogyakarta.
Permendiknas No. 34/2007 tentang Ujian Nasional, Jakarta
Puspendik Kemendikbud, Hasil Ujian Nasional Madrasah Aliyah TP. 2017/20182018, Hasil Ujian Nasional, Jakarta
Tatham. Ronald. L, Anderson. Rolph.E, & Hair. Joseph. E. 1987. Multivariate Data Analysis. Second Edition. New York: Macmillan Publishing Company.
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta
Walpole, E, Ronald, 1992, Pengantar Statistik, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar